Saturday, 20 July 2013

Mencukupkan: Tuhan, Keplak Ia dengan Sandal-Mu

           Possessive, maunya menang sendiri, maunya diperhatikan terus, manja, tapi sok tegar, itu semua sifat-sifat yang tidak baik. Ditambah lagi dengan sifat keras yang sudah mendarah daging.

          Akhir-akhir ini aku mulai gila, capek, dengan segala sesuatu yang berbau "Nusantara". Atau yang minimal digaungkan dengan kalimat --> Persiapan Pembangunan Nusantara. Capek, karena memang konsepan mereka tidak jelas. Arahnya kemana juga ndak jelas. Dan yang makin bikin capek itu: My partner is involved there!!
       



          Aku nggak tau musti gimana. Berkata apapun yang kutahu juga percuma. Selalu ada alasan untuknya membolak-balikkan apa yang nyata dan tampak. Sudah bisa dipastikan; ia hanya belum bisa menerima kenyataan hari ini.

          Memang seharusnya aku berhenti mencampuri urusan hidupnya. Memang seharusnya aku berhenti mengontrol apa yang ia kehendaki. Memang seharusnya aku mencukupkan. Tapi, bukankah seharusnya pula ia mencukupkan?



Tuhan, keplak ia dengan sandal-Mu. Tolong. T.T

0 comments:

Post a Comment