Apa jadinya jika generasi
muda Indonesia bermental ikut-ikutan; berani karena teman-temannya berani,
mundur karena teman-temannya mundur? Bisa sangat disayangkan jika pemuda
Indonesia yang terkenal dengan kegigihannya dalam menanggung setumpuk mata
pelajaran saat SD, SMP, SMA, menjadi individu yang bahkan tidak tahu untuk apa
sejatinya belajar, tanggung jawab, dan hal-hal penting lainnya. Krisis
identitas sedang melanda.
Ciyus? Miapah?
Krisis Identitas dan Ciri-cirinya
Segelintir istilah pada penutup
paragraf di atas memang sekilas tampak keren, meskipun tidak diketahui secara
pasti hal ihwal pembentukan kata-kata tersebut. Namun demikian, istilah asing
itu cepat sekali merebak pada lingkungan sekitar. Diakui atau tidak, pemuda
Indonesia sekarang dapat dikatakan sebagai generasi ikut-ikutan. Mulai dari
pola bertutur dalam lingkungan masyarakat, cara berSMS, menulis singkatan,
hingga meng-update status di jejaring
sosial, remaja saat ini cenderung meninggalkan siapa jati diri kita sebenarnya.
