Sekelebat ke belakang, masing-masing kita pasti sudah
mengambil keputusan. Dan hari ini sebagian dari kita pastinya sedang berjalan
berdasar pada keputusan yang sudah diambil; sebagian lainnya mungkin sudah
menjalani keputusan yang lain. Nafsi-nafsi
orang bilang.
Postingan ini mungkin lebih membahas tentang mereka yang
sekarang sedang berjalan pada keputusan yang diambil. People make a decision and grab all of the consequences upon it.
Beberapa dari kita mungkin sudah berada pada puncak dari keputusan: lulus S1,
lulus S2, lulus S3, menikah, punya anak, bekerja kantoran, PNS, ibu rumah
tangga, dan sebagainya. Sedangkan lainnya masih bergerak tertatih: maju mundur
bimbingan (~baiklah yang ini curcol),
sedang bekerja keras membiayai sekolahnya (~ini
curcol uga. Hahaha..), bosan pada pekerjaannya yang IIS [itu-itu sajhaaa], atau
bahkan ada yang sudah menyerah pada keadaan dan sedang menata diri. Apapun itu,
kehidupan tidak pernah berhenti. Life
never offers you a comfort zone forever.
Setiap orang pasti pernah menghadapi situasi sulit. Berusaha
sekuat tenaga, hati, pikiran, jiwa, raga, harta, benda, cita-cita, hingga
mengorbankan pacar (Oke ini
alay) dalam memperjuangkan keputusan itu.
Konsekuensi sih.
Tanggung jawab juga.
Tapi tetap harus ada pertimbangan kenapa harus
memperjuangkan perasaan itu. [ini
yang ngetik baper banget -______-].
Selalu ada pertimbangan: kenapa aku harus tetap berjuang? Buat
apa? Do I deserve any cents of it? Dan
berbagai pertimbangan lainnya. Jika perjuanganmu memberimu tekanan yang
membuatmu tidak kuat, just ensure
yourself: what are you looking for in your struggle? If nothing, then leave it.
If happiness is in it, just go for it. Remember,
we cannot measure happiness. Everyone owns their definition of happiness.
Happy, a.k.a bahagia, untuk beberapa orang sederhana saja. Sesederhana
lulus S1, kemudian S2, lulus S2, kemudian S3, lulus S3 kemudian dapat hadiah
gebyar gebyir berupa rumah di Jalan Ijen, mobil merk Utara, lalu menikah dan
punya anak. Hahaha.. (oke, maap) :))
Bahagia untuk beberapa orang kadang sederhana saja, bisa
berkumpul dengan keluarga besar misalnya, atau bisa melihat orang tuanya
tersenyum, atau atau atau lainnya yang saya yakin tiap orang berbeda.
Jika memang hal yang bisa membuatmu bahagia itu harus
ditempuh dengan kerja keras, maka jangan menyerah. Ingatlah akan tujuan
akhirmu. Jika memang apa yang kamu perjuangkan tidak membawa bahagia sekarang
ataupun nanti, maka tinggalkanlah.
Mungkin itu yang dialami oleh beberapa teman selama ini. Tetap
bekerja walau pekerjaan itu memeras peluh kesah, ada pula yang berhenti bekerja
karena bukan di pekerjaan itu yang dia cari.
Selamat merenung; dan membuka halaman 1 dari 365 yang baru.
:-D


0 comments:
Post a Comment